D4FT4R PENGUNJUNG

Sabtu, 15 Mei 2010

BAHAasa indonesia

BAHASA INDONESIA
Prasefase
Parasefase terbagi 2
-parasefase kata
-parasefase kalimat

A.SANTUN BERTANYA
Unutuk memperoleh informasi sebagaimana yang kita harapkan,kita perlu memperhatikan satuan beratnya.sebelum memulai menagjukan pertanyaan kepada nara umber,perhatikan santun bertanya berikut ini..
1.ajukan pertanyaan yang betul memerlukan informasi dari nara sumber yang tidak melenceng dari topic pembinaan
2.tempatkan dari kata pada posisi yang lebih rendah dari mata nara sumber
Agar dihargai dan memberikan respon positif terhadap setiap pertanyaan
3.kita bertanya,gunakan ucapan yang santun,dan pilihlah kata-kata yang lebih berkesan dan menyenangkan narasumber.
4.hidari lah pertanyaan yang menyinggung urusan pribadi.




MEYAMPAIKAN LAPORAN
Cara menyampaikan fakta laporan(naratif,deskriptif,ekpositoris)
Hal yang ahrus di perhatikan dalam menyajiakn laporan lisan :
1.ISI
2.PENYAJIAN
Dilihat dari gayanya dlm melaporkan seatu,kita mengunakan gaya dlm melaporkan
1.GAYA NARASI
2.GAYA DESKIPSI
4.GAYA EKSPOSISIS



Dalam membuat karangan ada perlu di perhatikan yaitu MEMBENTUK KARANGAN
1.NARASI (PENCERITAAN /PENGISAHAN)
2.DESKRIPSI(LUKISAN)
3.EKSPOSISI
4.ARGUMENTASI
5.PERSUASI

BERNEGOISASI
A.MEMBALAS PROGRAM KERJA
B.BERNEGOISASI DENGAN BAHASA YANG SANTUN

TEKNIK PENYIMPULAN
Akan tetapi ,didlm diskusi secara teknisi pengambilan simpulan bias di lakukan dengan cara sbb:
1.MENGAMBIL GAGASAN YANG TIDAK DI BUTUH
2.MENGAMBIL SUARA TERBANYAK
3.MENIMBANG TINGKAT KEBENARAN DARI BERBAGAI SUSUT PANDANG
4.MENGGABUNGKAN PENDAPAT PAENDAPAT

TEKNIK BERNEGOISASI
Bernegoisasi dalam diskusi tidak lepas dari 3 hal, yaitu penyapaian gagasan/pendapat oleh penguji,penyampaian sanggahan oleh peserta,dan penyanpaian dukunagn oleh peserta yaitu

1.penyampian gagasan yang relavan
2.menyanggah dan mendukung gagasan.

SANTUN DESKUSI
Dalam diskusi terdapat ketentuan yang mesti di patuhi beberapa hal yng merupakan santun diskusi ialah sbb:

1.seorang moderator tidak boleh memihak, dan bertindak adil kepada setiap peserta
2.seorang moderator tidak boleh menguasai seluruh jalannya diskusi, dan harus memberikan kesempatan kepada peserta
3.seorang moderator tidak boleh mengeritik atau pun /menguji sesorang peserta

Persuasi
Ciri ciri nya
-adanya gaya propaganda dalam penyapaiannya
-adanya pemiliknya kata / kalimat yang bersifat sugesti
STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA
Kalimat adalah:Satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan.
Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.
1. Ciri-Ciri Subjek
• Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.
Contoh :
1. Juanda memelihara binatang langka
Siapa memelihara? Jawab : Juanda. (maka juanda adalah S sedangkan
memelihara adalah )
Siapa atau apa Binatang langka ? = tidak ada jawaban
2. Meja itu dibeli oleh paman.
Apa dibeli ? = jawab Meja
• Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)
Contoh : Anak itu mengambil bukuku

2 Ciri-Ciri Predikat
• Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.
Dalam hal ini jika predikat maka dengan pertanyaan tersebut akan ada jawabannya.
Perhatikan pada Subyek diatas. Subyek dan predikat ditentukan secara bersama-sama.
• Kata Adalah atau Ialah
Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Kalimat dengan Predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.
• Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas
Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau.
3 Ciri-Ciri Objek
Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.
• Langsung di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.
• Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif
Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.
• Didahului kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.
4 Ciri-Ciri Pelengkap
Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Berikut ciri-ciri pelengkap.
• Di Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.
a) Diah mengirimi saya buku baru.
b) Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.
Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat.
• Hasil jawaban dari predikat dengan pertanyaan apa.
Contoh :
a. Pemuda itu bersenjatakan parang.
Kata parang adalah pelengkap.
Bersenjatakan apa ? jawab parang ( maka parang sebagai pelengkap )
b. Budi membaca buku.
Membaca apa ? jawab buku (buku sebagai obyek karena dapat
menempati Subyek)

BYE….. BAHASA INDONESIA..
GOOD LOOK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tmn

Template Design by faris vio